GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Bangunan Berarsitektur Unik Ini Jadi Spot Foto di Yogyakarta

Bangunan Berarsitektur Unik Ini Jadi Spot Foto di Yogyakarta

KOMPAS.com / Wijaya Kusuma Bangunan di RW 04/ RT 10 Sayidan, Prawirodirjan, Gondomanan Kota Yogyakarta yang mirip dengan arsitektur Eropa dan sering dijadikan tempat fot…

Bangunan Berarsitektur Unik Ini Jadi Spot Foto di Yogyakarta

Bangunan di RW 04/ RT 10 Sayidan, Prawirodirjan, Gondomanan Kota Yogyakarta yang mirip dengan arsitektur Eropa dan sering dijadikan tempat foto warga masyarakat maupun wisatawan KOMPAS.com / Wijaya Kusuma Bangunan di RW 04/ RT 10 Sayidan, Prawirodirjan, Gondomanan Kota Yogyakarta yang mirip dengan arsitektur Eropa dan sering dijadikan tempat foto warga masyarakat maupun wisatawan

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Menengok ke Selatan saat Melintasi Jembatan Sayidan, Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, maka akan terlihat sebuah bangunan yang mencuri perhatian. Bangunan ini menjulang tinggi dan arsitekturnya juga berb eda dari rumah-rumah warga di sekitarnya.

Bangunan warna putih ini mirip dengan arsitektur di Eropa atau bergaya gotik. Di bagian atas terdapat beberapa kubah berbentuk lancip seperti kastel-kastel dalam negeri dongeng.

Bangunan yang dikelilingi oleh pagar cukup tinggi ini tampak sepi, pintu utama masuk ke dalam kompleks bangunan juga dalam keadaan terkunci.

Namun demikian, bentuk arsitekturnya yang unik menjadi magnet bagi warga Yogyakarta maupun wisatawan untuk berfoto. Mereka rela mengambil foto di tanah lapang sisi Utara yang dahulu merupakan bekas bangunan.

Baca juga: Ramainya Pelat B, D, dan F di Pantai Glagah Yogyakarta...

Mantan Ketua RW 004 Sayidan, Prawirodirjan, Gondomanan Kota Yogyakarta, yang sekarang menjabat sebagai sekretaris, Joko Sugianto (63) menuturkan, bangunan dengan arsitektur unik tersebut bukanlah sebuah Gereja seperti anggapan beberapa orang. Bangunan tersebut merupakan rumah pribadi.

"Bukan G ereja, itu rumah pribadi. Milik salah satu warga yang dulu tinggal di sini," ujar Joko Sugianto, saat ditemui Kompas.com di kediamannya di RT 010 RW 004 Sayidan, Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Sabtu (23/06/2018).

Joko menyampaikan, dahulu bangunan tersebut belum seperti sekarang. Awalnya, bangunan tersebut seperti rumah warga pada umumnya.

Pemiliknya dulu berprofesi sebagai penjual kain di pasar. Seingatnya, sekitar tahun 1979 atau 1980, oleh pemilik rumah direnovasi menjadi seperti saat ini.

"Dulu kecil rumahnya, tapi memanjang. Saya juga tidak tahu alasan dibuat dengan desain seperti itu," ujar dia.

Pria asli Sayidan ini mengaku, tidak begitu ingat berapa lama proses pengerjaan renovasi bangunan yang tepat berada tidak jauh dari rumahnya itu. Namun, proses pengerjaanya membutuhkan waktu cukup lama.

Baca juga: Diserbu Wisatawan, Jalur Yogyakarta-Wonosari Padat Merayap hingga 15 Km

" Wah, saya tidak begitu memperhatikan, tapi cukup lama. Dulu besi-besi saat membangun diletakan di gang jalan masuk itu," ungkap dia.

Menurut dia, usai renovasi, rumah dengan arsitektur mirip bangunan di Eropa ini masih ditempati. Hanya saja, sepeninggal pemiliknya, anak-anaknya tidak ada lagi yang menempati.

"Kan ayahnya meninggal sebelum renovasi, terus yang menempati ibu sama anak-anaknya. Kemudian sepeninggal ibunya, sudah tidak ada yang menempati lagi, ya sampai sekarang ini," beber dia.

Meski bukan merupakan tempat wisata, namun arsitekturnya yang unik memang menjadi daya tarik bagi beberapa warga masyarakat dan wisatawan untuk menjadi lokasi foto.

Terlebih setelah bangunan di sisi Utaranya di robohkan, rumah pribadi dengan arsitektur mirip bangunan di Eropa ini semakin terlihat jelas dari jalan. Sehingga, banyak yang datang untuk melihat dan berfoto.

Bahkan, dulu sebelum bangunan di sebelah Utara dirobohkan, sempat ada insiden pengunjung jatuh dari atas pagar. Insiden itu terjadi karena pengunjung nekat naik ke atas untuk mendapatkan visual bangunan secara utuh tanpa terhalang pagar.

"Mulai ramai sebagai tempat foto itu tahun 2017. Ya lokasinya (spot) fotonya di bekas bangunan yang sudah dirobohkan itu, karena tidak bisa masuk ke dalamnya," ujar dia.

Baca juga: 5 Masjid Peninggalan Mataram Islam di Yogyakarta dan Solo

"Ada wisatawan asing juga yang jalan ke gang ini mencari pintu masuk, ingin melihat, tapi ya tidak bisa, pintunya ditutup seng. Ya akhirnya hanya melihat dari luar," tambah dia.

Pernah juga bangunan yang terletak di RT 010 RW 004 Sayidan itu digunakan sebagai syuting video klip. Selain itu, pernah juga ada pasangan yang melakukan prewedding dengan latar belakang bangunan unik tersebut.

"Dulu itu, kalau tidak salah video klipnya Ari Lasso, ambil gambarnya di dalam bangunan itu. Ada juga yang prewedding," ucap dia.

Warga dan wisatawan, lanjut dia, biasanya berdatangan untuk foto pada hari libur. Pada libur Lebaran 2018 ini, memang ada yang datang untuk foto, tetapi tidak sebanyak tahun 2017 lalu.

"Ramainya kalau hari libur, atau sore hari. Tetapi, kalau saya lihat sekarang sudah tidak sebanyak dulu, tapi ya masih ada yang datang untuk berfoto," ujar dia.


Kompas TV Ritual ini melambangkan bentuk hormat dan bakti masyarakat pada Panembahan Bodo.

Berita Terkait

Diserbu Wisatawan, Jalur Yogyakarta-Wonosari Padat Merayap hingga 15 Km

Diduga Kelelahan, Wisatawan Menin ggal di Pantai Baron Yogyakarta

Arus Balik Wisatawan, Jalur Yogyakarta-Wonosari Padat Merayap

Warga Yogyakarta Diimbau Tak Terbangkan Balon Udara

Ramainya Pelat B, D, dan F di Pantai Glagah Yogyakarta...

Terkini Lainnya

Dorong Pilkada Damai, MUI dan Polda Jabar Gelar Halal Bihalal dan Istigtsah

Dorong Pilkada Damai, MUI dan Polda Jabar Gelar Halal Bihalal dan Istigtsah

Regional 24/06/201 8, 21:16 WIB Basarnas akan Menganalisa Temuan Objek di Kedalaman 490 Meter di Danau Toba

Basarnas akan Menganalisa Temuan Objek di Kedalaman 490 Meter di Danau Toba

Regional 24/06/2018, 21:05 WIB Tim Pemenangan Sudirman-Ida Protes TPS Digelar di Dalam Rumah

Tim Pemenangan Sudirman-Ida Protes TPS Digelar di Dalam Rumah

Regional 24/06/2018, 21:02 WIB Pulangkan Sisa Jenazah Tentara Korban Perang, AS Kirim 100 Peti Mati ke Korea

Pulangkan Sisa Jenazah Tentara Korban Perang, AS Kirim 100 Peti Mati ke Korea

Internasional 24/06/2018, 20:56 WIB Dicuri di Jerman Tiga Bulan Lalu, Mobil 'Crane' 48 Ton Ditemukan di Mesir

Dicuri di Jerman Tiga Bulan Lalu, Mobil "Crane" 48 Ton Ditemukan di Mesir

Internasional 24/06/2018, 20:13 WIB Basarnas Belum Pastikan Objek di Dasar Danau Toba KM Sinar Bangun

Basarnas Belum Pastikan Objek di Dasar Danau Toba KM Sinar Bangun

Regional 24/06/2018, 20:08 WIB SBY Curiga TNI, Polri, dan BIN Berpihak, Gerindra Minta Aparat Instrospeksi Diri

SBY Curiga TNI, Polri, dan BIN Be rpihak, Gerindra Minta Aparat Instrospeksi Diri

Nasional 24/06/2018, 20:03 WIB Sopir Angkot Diduga Bersekongkol dengan Copet

Sopir Angkot Diduga Bersekongkol dengan Copet

Megapolitan 24/06/2018, 20:00 WIB Minat Masyarakat yang Ingin Naik KA Solo Ekspres Cukup Tinggi

Minat Masyarakat yang Ingin Naik KA Solo Ekspres Cukup Tinggi

Regional 24/06/2018, 19:35 WIB Jaga Netralitas Pilkada, KPPOD Usulkan Pencabutan Hak Politik ASN

Jaga Netralitas Pilkada, KPPOD Usulkan Pencabutan Ha k Politik ASN

Nasional 24/06/2018, 19:13 WIB Mengintip Perawatan Bayi Gajah yang Kakinya Hampir Putus di Pidie...

Mengintip Perawatan Bayi Gajah yang Kakinya Hampir Putus di Pidie...

Regional 24/06/2018, 19:07 WIB Urai Kepadatan Arus Balik, 'Contraflow' di Tol Cikampek Diperpanjang

Urai Kepadatan Arus Balik, "Contraflow" di Tol Cikampek Diperpanjang

Megapolitan 24/06/2018, 19:06 WIB Kampanye Presiden Zimbabwe Diteror Ledakan Bom, 41 Orang Terluka

Kampanye Presiden Zimbabwe Diteror Ledakan Bom, 41 Orang Terluka

Internasional 24/06/2018, 18:55 WIB Bantah SBY 'Playing Victim', Demokrat Sebut Politisi PDI-P Panik

Bantah SBY "Playing Victim", Demokrat Sebut Politisi PDI-P Panik

Nasional 24/06/2018, 18:51 WIB Jelang Coblosan, KPU Temukan 23 Ribu Pemilih Ganda di Jawa Tengah

Jelang Coblosan, KPU Temukan 23 Ribu Pemilih Ganda di Jawa Tengah

Regional 24/06/2018, 18:32 WIB Load MoreSumber: Berita Yogyakarta

No comments