Ombudsman Yogyakarta Endus Praktik Pungli di Kota Pendidikan | Liputan 24 Yogyakarta
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Ombudsman Yogyakarta Endus Praktik Pungli di Kota Pendidikan

Posted by On 7:19 PM

Ombudsman Yogyakarta Endus Praktik Pungli di Kota Pendidikan

Suara.com - Ombudsman Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta menemukan indikasi dugaan mengarah pada pungutan liar (pungli) di salah satu sekolah di wilayah Kabupaten Kulon Progo. Modus yang ditemukan adalah dengan cara meminta anak didik baru yang ingin mendaftar untuk membayar token sebagai bukti telah mendaftarkan di sekolah.

Tarif yang diminta kepada para calon siswa baru itu untuk sekali ambil token biayanya sebesar Rp. 1.500 per token.

Baca Juga : Bocah Terjebak di Gua Thailand, Elon Musk Buat Kapal Selam Mini

Kepala Perwakilan Ombudsman Yogyakarta, Budhi Masthuri mengatakan, ada juga sekolah yang mencoba mencari untung dari penerimaan siswa baru ini melalui seragam sekolah. Hal ini dapat mengarah pada pungutan liar.

"Ada pungutan seragam, kita akan lakukan verfikasi lagi, apakah itu dibolehkan atau tidak," kata Budhi saat memberikan keterangan pers.

Ia menjelaskan, ada laporan yang masuk ke Ombudsman terkait dengan tindakan pungutan setelah penerimaan siswa baru. Selain itu ada juga laporan dugaan pungutan l ebih dari Rp 1 juta di Kabupaten Sleman.

Ia menyebutkan, terkait dengan seragam, ada aturan pihak sekolah dilarang menjual belikan seragam yang tidak sesuai aturan.

Baca Juga : Jadwal dan Siaran Langsung Pekan ke-15 Liga 1 2018

Baharudin Samba selaku anggota Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta mengungkapkan, ada keanehan saat anaknya masuk sekolah. Waktu itu anaknya hendak melakukan daftar ulang. Setelah selesai, pihak sekolah menyodorkan sebuah kertas yang di dalamnya berisi rincian pengeluaran anak untuk bisa bersekolah.

Menurutnya pihak sekolah mencantumkan uang seragam yang harganya mencapai Rp 1.050.000. Selain itu, pihak sekolah juga meminta uan g satu tahun serta pengadaan air minum.

"Ini ada dugaan pungutan," ucap Bahar. (Somad)

loading... loading...
  • Ombudsman DIY Curiga Banyak Siswa Baru Berbekal Surat Miskin

  • Tak Kuat Layani Tamu Misterius, Ririn Tewas Tanpa Busana

  • Perempuan yang Mau Terobos Mapolda DIY adalah Guru Ngaji

  • Polda Metro Jaya Usut Korupsi Rehabilitasi 119 Sekolah Jakarta

  • Kelaparan, Buruh Sera butan Jambret Emak-emak untuk Beli Mi Ayam

  • Simbah 104 Tahun yang Yahud Meracik Mangut

  • Ada Korupsi Dana Rehabilitasi Sekolah? Ini Kata Anies - Sandiaga

  • Tiga Hari Main Warnet Tak Bisa Bayar, Perempuan Ini Tipu Kenalan

  • Wanita Penerobos Mapolda DIY Ternyata Alami Gangguan Jiwa

Sumber: Berita Yogyakarta | Disclaimer: Semua posting di blog ini merupakan pen dapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »