Puncak Musim Kemarau di Yogyakarta Diprediksi Bulan Agustus | Liputan 24 Yogyakarta
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Puncak Musim Kemarau di Yogyakarta Diprediksi Bulan Agustus

Posted by On 3:21 AM

Puncak Musim Kemarau di Yogyakarta Diprediksi Bulan Agustus

Puncak Musim Kemarau di Yogyakarta Diprediksi Bulan Agustus

Djoko menerangkan suhu dingin pada malam hari akan berlangsung selama periode musim kemarau.

Puncak Musim Kemarau di Yogyakarta Diprediksi Bulan AgustusTribun Jogja/Hanif SuryoIlustrasi cuasa panas. TRIBUN JOGJA/HANIF SURYO

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNNEWS.COM, YOGYAKARTA - Kepala kelompok data dan informasi Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Djoko Budiyono mengatakan penurunan suhu merupakan salah satu karakteristik musim kemarau.

Pada bulan Juli, wilayah Australia tengah berada pada musim dingin.

Sifat dari massa udara yang b erada di Australia dingin, kering, dan memiliki tekanan yang relatif tinggi.

Tekanan udara yang relatif tinggi di Australia ini menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia menuju Indonesia semakin tinggi sehingga berimplikasi pada penurunan suhu udara yang semakin besar pada malam hari di Indonesia khususnya Jawa, Bali, NTB, dan NTT.

"Kandungan uap air dalam udara (kelembabannya) sangat rendah. Uap air punya sifat dapat menyerap radiasi atau panas yang berasal dari bumi, sehingga bisa menghangatkan suhu bumi," katanya.

Baca: BREAKING NEWS: Sejumlah Kapal di Pelabuhan Benoa Terbakar

"Rendahnya uap air dalam udara maka radiasi dari bumi langsung ke luar ke atmosfir tanpa ada yang menyerap. Kondisi inilah yang menyebabkan suhu udara di sekitar bumi menjadi cepat dingin," kata Djoko.

Djoko menerangkan suhu dingin pada malam hari akan berlangsung selama periode musim kemarau.

Sementara puncak kemarau di Yogyakarta akan terjadi pada Agustus.

"Jadi selama Juli sampai Agustus udara dingin masih berlangsung. Untuk itu masyarakat harus menjaga kesehatan. Kurangi aktivitas di malam hari. Banyak istirahat dan minum air putih yang cukup, karena sifat udara dingin dan kering. Siang hari juga relatif panas," terangnya.

Halaman selanjutnya 12
Editor: Dewi Agustina Sumber: Tribun Jogja Ikuti kami di Aksi Heroik Seorang Ibu di Jambi Terjun ke Sungai Selamatkan Anaknya yang Diterkam Buaya Sumber: Berita Yogyakarta | Disclaimer: Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawa b masing-masing penulis sepenuhnya.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »