GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Ribuan Warga Yogyakarta Sampaikan Selamat Tinggal Terorisme ...

Ribuan Warga Yogyakarta Sampaikan Selamat Tinggal Terorisme ...

Ribuan Warga Yogyakarta Sampaikan Selamat Tinggal Terorisme dan Intoleransi. Ini Wujudnya setuju dengan Pancasila harga mati dan yang setuju untuk tegas menolak int…

Ribuan Warga Yogyakarta Sampaikan Selamat Tinggal Terorisme ...

Ribuan Warga Yogyakarta Sampaikan Selamat Tinggal Terorisme dan Intoleransi. Ini Wujudnya

setuju dengan Pancasila harga mati dan yang setuju untuk tegas menolak intoleransi dan radikalisme, untuk mengucapkan kata "dadah".

Ribuan Warga Yogyakarta Sampaikan Selamat Tinggal Terorisme dan Intoleransi. Ini WujudnyaistimewaKetua Umum Taruna Merah Putih Maruarar Sirait (kedua dari kiri) (Istimewa)

POS KUPANG.COM - - Ribuan warga Yogyakarta menyampaikan selamat tinggal kepada terorisme, radikalisme dan intolerasni, dengan cara melambaikan tangan (dadah) pada acara syawalan dan gelar budaya dengan tema "Merajut Kebhinnekaan, Merawat Pancasila" di Titik Nol Kota Yogy akarta.

Acara tersebut dihadiri sekitar 5.000 peserta pada Sabu malam (30/6), demikian keterangan tertulis Taruna Merah Putih (TMP), yang merupakan salah satu penggagas acara, Minggu.

Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih (TMP), Maruarar Sirait, mengatakan, Indonesia di abad modern bukan hanya harus bebas dari penjajahan bangsa lain, namun juga harus bebas dari bentuk terorisme, radikalisme dan ketidakadilan.

Ara, demikian Maruarar disapa, mengakui bahwa memang masih ada kesenjangan. Namun demikian, masalah ini tidak bisa diatasi dengan aksi kekerasan, terutama radikalisme dan terorisme.

Menurut Maruarar, Presiden Jokowi sudah banyak membuat program dan kebijakan yang sangat baik untuk mengatasi kesenjangan. Misalnya, dengan pemberian dana desa yang sangat besar, dan terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

Juga pemerataan pembangunan di semua wilayah Indonesia, sehingga akan berdampak pada pembangunan dan kesejahteraan rakyat yang merata.

Di hadap an jamaah terdiri ribuan orang yang didominasi kaum ibu, Maruarar berdoa agar ibu-ibu peserta Syawalan bisa melahirkan pemimpin yang baik, soleh, berbakti sama orang-tua, dan berguna bagi bangsa dan negara. Bukan melahirkan anak-anak yang menjadi teroris.

Maruarar pun melambaikan tangan pada ribuan ibu-ibu, yang langsung diikuti oleh ribuan ibu-ibu tersebut.

Kata Maruarar, yang setuju dengan Pancasila harga mati dan yang setuju untuk tegas menolak intoleransi dan radikalisme, untuk mengucapkan kata "dadah".

"Dadah terorisme, dadah radikalisme, dadah intoleransi," kata Maruarar, yang diikuti ribuan peserta.
Disebutkan, masyarakat Yogya mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Taruna Merah Putih (TMP), Ansor dan Banteng Muda Indonesia (BMI) ini.

Tukilah, warga Bantul, bangga dengan kegiatan ini sebab bisa memperkuat persatuan Indonesia. Ia berharap Indonesia terus aman dengan terus mempertahankan Pancasia.

Sementara Purwanisih , warga kota Yogya, berharap kegiatan ini bisa rutin digelar. Sebab kegiatan ini memberikan semangat kepada warga Yogya untuk terus setia pada Pancasila. "Ini acara yang sangat bagus. Mohon digelar secara rutin," ungkap Purwanisih. (*)

Baca: Dinas Kebudayaan NTT dan TVRI Visualisasi Tinju Adat di Aesesa. Ini Bentuknya

Editor: Ferry Ndoen Sumber: Pos Kupang Ikuti kami di Pengakuan Gadis 11 Tahun yang Dinikahi Pria 41 Tahun: Saya Tidak Keberatan Jadi Istri Ketiga Sumber: Berita Yogyakarta

No comments