GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Yogyakarta Bangun Diorama Sejarah dengan Teknologi Modern

Yogyakarta Bangun Diorama Sejarah dengan Teknologi Modern

Yogyakarta Bangun Diorama Sejarah dengan Teknologi Modern Reporter: Antara Editor: Tulus Wijanarko …

Yogyakarta Bangun Diorama Sejarah dengan Teknologi Modern

Yogyakarta Bangun Diorama Sejarah dengan Teknologi Modern Reporter:

Antara

Editor:

Tulus Wijanarko

Rabu, 11 Juli 2018 12:47 WIB
Diorama-diorama yang menjadi wahana wisata baru di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, yang mulai dilaunching Rabu (4/4). Wahana yang melibatkan tak kurang 100 diorama dan objek replik sejarah ini menjadi alternatif wisata sejarah yang lebih representatif. TEMPO/PRIBADI WICAKSONO

Diorama-diorama yang menjadi wahana wisata baru di Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta, yang mulai dilaunching Rabu (4/4). Wahana yang melibatkan tak kurang 100 diorama dan objek replik sejarah ini menjadi alternatif wisata sejarah yang lebih representatif. TEMPO/PRIBADI WICAKSONO

TEMPO.CO, Yogyakarta - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan membangun destinasi wisata edukasi mengenai sejarah Yogyakarta dalam bentuk diorama. Rencananya, diorama ini menggunakan teknologi modern holorama dan bertempat di lantai dua gedung Badan Perpustakaan dan Arsip DIY.

"Untuk rencana detail teknis sudah selesai, dan mudah-mudahan 2019 sudah bisa dibangun," kata pelaksana tugas Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Budi Wibowo, di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Selasa, 10 Juli 2018.

Budi mengatakan diorama yang akan dibangun di ruangan seluas 1.400 meter persegi itu akan mengulas sejarah Yogyakarta mulai masa Mataram kuno hingga saat ini. Ruangan tersebut diperkirakan mampu menampung 700 pengunjung. Nantin ya, pengunjung bisa masuk secara gratis.

Durasi yang dibutuhkan pengunjung untuk menikmati sajian diorama diperkirakan tidak terlalu lama. "Membutuhkan waktu 30 menit hingga satu jam untuk menikmati seluruh diorama," ujar Budi.

Menurut dia, penggunaan teknologi modern berupa holorama bertujuan untuk makin memudahkan pengunjung meresapi alur sejarah Yogyakarta, yang akan disajikan melalui diorama.

Teknologi ini untuk pertama kali diterapkan di Yogyakarta. Holorama akan membuat semua visual dalam diorama bergerak seperti aslinya. Teknologi itu juga relatif mempermudah apabila terjadi perubahan secara mendasar karena tidak berupa patung, seperti diorama di Museum Monumen Jogja Kembali.

"Misalnya masuk ruangan diorama 'Serangan Umum Satu Maret', maka pengunjung akan betul-betul merasakan seperti berada di ruangan perang. Kemudian, ketika masuk ruangan 'Rebutan Apem', ya, seperti ikut rebutan betulan," ucapnya.

Bud i mengatakan rencana pemanfaatan teknologi holorama mendapat sambutan baik dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Pembangunan diorama yang ditargetkan selesai pada 2020 itu diperkirakan membutuhkan dana Rp 15 miliar, yang akan dialokasikan dari dana keistimewaan. "Ini murni akan kami kerjakan sendiri, tidak ada kerja sama dengan pihak luar," tutur Budi.

ANTARA

Lihat Juga


Terkait
  • Camilan Slondok Renceng Ini, Wajib Dicicipi di Desa Wisata Pancoh

    Camilan Slondok Renceng Ini, Wajib Dicicipi di Desa Wisata Pancoh

    2 hari lalu
  • 4 Gua Aman untuk Pecinta Wisata Ekstrem di Pulau Jawa

    4 Gua Aman untuk Pecinta Wisata Ekstrem di Pulau Jawa

    2 hari lalu
  • Suhu Udara Yogyakarta 18 derajat, Ini Penjelasan BMKG

    Suhu Udara Yogyakarta 18 derajat, Ini Penjelasan BMKG

    4 hari lalu
  • Agar Dapat Foto Keren, Ini Tip ke Taman Bunga Matahari Nawari

    Agar Dapat Foto Keren, Ini Tip ke Taman Bunga Matahari Nawari

    11 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Di Kaki Rinjani, Sampah Pendakian jadi Media Tanam Jamur Tiram

    Di Kaki Rinjani, Sampah Pendaki an jadi Media Tanam Jamur Tiram

    5 jam lalu
  • Pesta Makan Buah akan Menjadi Agenda Tahunan Kota Meranti

    Pesta Makan Buah akan Menjadi Agenda Tahunan Kota Meranti

    7 jam lalu
  • Yogyakarta Bangun Diorama Sejarah dengan Teknologi Moderen

    Yogyakarta Bangun Diorama Sejarah dengan Teknologi Moderen

    8 jam lalu
  • Ini Alasan Singapura Ingin Belajar Penataan Taman Kepada Surabaya

    Ini Alasan Singapura Ingin Belajar Penataan Taman Kepada Suraba ya

    11 jam lalu
  • Foto
  • Ini Cara Warga Ukraina Rayakan Titik Balik Matahari Musim Panas

    Ini Cara Warga Ukraina Rayakan Titik Balik Matahari Musim Panas

    3 hari lalu
  • Menikmati Seni Akuarium dengan Ribuan Ikan Mas di Jepang

    Menikmati Seni Akuarium dengan Ribuan Ikan Mas di Jepang

    5 hari lalu
  • Aksi Menggemaskan Panda di Taman Safari Indonesia TSI

    Aksi Menggemaskan Panda di Taman Safari Indonesia TSI

    7 hari lalu
  • Asyiknya Memberi Makan Binatang di Taman Safari TSI

    Asyiknya Memberi Makan Binatang di Taman Safari TSI

    9 hari lalu
  • Video
  • Bersolek Cantik, Wajah Baru Kali Besar Kawasan Kota Tua

    Bersolek Cantik, Wajah Baru Kali Besar Kawasan Kota Tua

    3 hari lalu
  • Jadi Bagaimana Penampilan Airbnb 66 Juta di Rusia?

    Jadi Bagaimana Penampilan Airbnb 66 Juta di Rusia?

    6 hari lalu
  • Jembatan Kaca Terbesar di Dunia Telah Dibuka di Cina Selatan

    Jembatan Kaca Terbesar di Dunia Telah Dibuka di Cina Selatan

    11 hari lalu
  • Puting Beliung Langka, Buat Takjub Cina Selatan

    Puting Beliung Langka, Buat Takjub Cina Selatan

    11 hari lalu

  • terpopuler
  • 1

    Ini 10 Tempat Favorit Dunia untuk Berlibur, Bali Ranking Berapa?

  • 2

    Di Tomohon, Turis Asing Gemar Belanja Barang-barang Ini

  • 3

    Piala Dunia, Yuk Mampir Menikmati Kuliner Halal Rusia di Moskow

  • 4

    Ini Alasan Singapura Ingin Belajar Penataan Taman Kepada Surabaya

  • 5

    Yogyakarta Bangun Diorama Sejarah dengan Teknologi Modern

  • Fokus
  • Pemerintah Cari Celah Keuntungan Perang Dagang Amerika - Cina

    Pemerintah Cari Celah Keuntungan Perang Dagang Amerika - Cina

  • Kecam Duterte, Gereja Katolik Serukan Berdoa dan Berpuasa 3 Hari

    Kecam Duterte, Gereja Katolik Serukan Berdoa dan Berpuasa 3 Hari

  • KPU Menunggu Gugatan Rekapitulasi Hasil Suara Pilkada 2018

    KPU Menunggu Gugatan Rekapitulasi Hasil Suara Pilkada 2018

  • Selain Anies, Prabowo Benarkan Nama CT dan AHY Potensial Cawapres

    Selain Anies, Prabowo Benarkan Nama CT dan AHY Potensial Cawapres

  • Terkini
  • Ironman 70.3 Bintan Gaet Ribuan Turis Asing dari 52 Negara

    Ironman 70.3 Bintan Gaet Ribuan Turis Asing dari 52 Negara

    3 jam lalu
  • Bantul Garap Wisata Budaya Bertema Napak Tilas Mataram

    Bantul Garap Wisata Bu daya Bertema Napak Tilas Mataram

    4 jam lalu
  • John Dory Dabu-dabu, Menu Khas Manado Sambut Tamu Asian Games

    John Dory Dabu-dabu, Menu Khas Manado Sambut Tamu Asian Games

    6 jam lalu
  • Di Kaki Rinjani, Sampah Pendakian Jadi Media Tanam Jamur Tiram

    Di Kaki Rinjani, Sampah Pendakian Jadi Media Tanam Jamur Tiram

    8 jam lalu
  • Pesta Makan Buah Akan Menjadi Agenda Tahunan Kota Meranti

    Pesta Makan Buah Akan Menjadi Agenda Tahunan Kota Mer anti

    8 jam lalu
  • Yogyakarta Bangun Diorama Sejarah dengan Teknologi Modern

    Yogyakarta Bangun Diorama Sejarah dengan Teknologi Modern

    10 jam lalu
  • Membedakan Ikan Dori dan Ikan Patin saat Kuliner di Restoran

    Membedakan Ikan Dori dan Ikan Patin saat Kuliner di Restoran

    11 jam lalu
  • Di Tomohon, Turis Asing Gemar Belanja Barang-barang Ini

    Di Tomohon, Turis Asing Gemar Belanja Barang-barang Ini

    13 jam lalu
  • Ini Alasan Singapura Ingin Belajar Penataan Taman Kepada Surabaya

    Ini Alasan Singapura Ingin Belajar Penataan Taman Kepada Surabaya

    13 jam lalu
  • Piala Dunia, Ini 5 Suvenir yang Tak Boleh Terlewatkan dari Rusia

    Piala Dunia, Ini 5 Suvenir yang Tak Boleh Terlewatkan dari Rusia

    14 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Prestasi di Grup Piala Dunia 2018, Harry Kane Gol Terbanyak

    Inilah kinerja pemain selama babak penyisihan grup di Piala Dunia 2018, Harry Kane dengan gol terbanyak dan Neymar Jr. paling banyak dilanggar.

    Sumber: Berita Yogyakarta | Disclaimer: Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya.

    No comments