Jaga Ekosistem, KIPM Yogyakarta Musnahkan 25 Ekor Ikan ... | Liputan 24 Yogyakarta
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Jaga Ekosistem, KIPM Yogyakarta Musnahkan 25 Ekor Ikan ...

Posted by On 7:57 AM

Jaga Ekosistem, KIPM Yogyakarta Musnahkan 25 Ekor Ikan ...

Kota Yogya

Jaga Ekosistem, KIPM Yogyakarta Musnahkan 25 Ekor Ikan Berbahaya dengan Dibius Minyak Cengkeh

Jaga Ekosistem, KIPM Yogyakarta Musnahkan 25 Ekor Ikan Berbahaya dengan Dibius Minyak Cengkeh

Jaga Ekosistem, KIPM Yogyakarta Musnahkan 25 Ekor Ikan Berbahaya dengan Dibius Minyak CengkehTribun Jogja/ Santo AriPetugas Stasiun KIPM Yogyakarta tengah memusnahkan ikan berbahaya dan invasif yang diserahkan oleh masyarakat di kantor KIPM, Selasa(7/8/2018)

Laporan Reporter Tribun Jogja, Santo Ari

TRIBUNJOGJA.COM - Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan ( KIPM) Yogyakartamemusnahkan sejumlah ikan berbahaya dan invasif hasil penyerahan masyarakat, Selasa (7/8/2018).

Ikan yang dimusnahkan dengan cara dibius menggunakan minyak cengkeh.

Sebelumnya Stasiun KIPM Yogyakarta telah memberikan sosialiasi dan mendirikan posko penyerahan ikan dengan tenggat waktu penyerahan sejak 1 Juli hingga 31 Juli 2018.

Kepala Stasiun KIPM Yogyakarta Hafit Rahman mengatakan peredaran jenis ikan berbahaya atau invasif di Indonesia saat ini cukup masif terjadi di berbagai kalangan masyarakat, baik untuk diperdagangkan sebagai hobi, dan pemancingan.

Beberapa ikan berbahaya seperti arapaima, aligator, piranha, jaguar bahkan sapu-sapu. Ikan-ikan ini berdampak negatif apalagi terlepasliarkan di perairan umum.

"Beberapa jenis ikan tersebut bahkan tergolong berbahaya bagi manusia, di samping dapat merusak ekosistem perairan setempat juga dapat menyebabkan kepunahan ikan jenis asli atau endemik," ujarnya.

Baca: Pelihara Ikan Alligator dan Arapaima, Siap-siap Didenda Rp 1 Miliar

Stasiun KIPM Yogyakarta secara berkelanjutan melaksanakan sosialiasi perihal Peraturan Meteri Kelautan dan Perikanan nomor 41 tahun 2014 tentang larangan pemasukan jenis ikan berbahaya di Indonesia.

Selama bulan Juli pihaknya juga telah mendirikan Posko penyerahan jenis ikan bersifat invasif (Jabi).

Hasilnya, posko sudah menerima beberapa ikan dari masyarakat yang diserahkan secara suka rela, yakni 13 ekor aligator, dan 12 ekor sapu-sapu.

Haryanto, Kepala seksi pengawasan pengendalian dan data informasi menambahkan seluruh ikan tersebut dimusnahkan dengan cara memberikan minyak cengkeh di bak ikan itu berada.

Cara ini dipilih dengan pertimbangan agar ikan dapat mati dengan cara terbius.

"Setelah diberikan minyak cengkeh, kita tunggu selama 15 menit, lalu setelah mati akan kita kubur," terangnya. (tribunjogja)

Penulis: nto Editor: has Sumber: Tribun Jogja Ikuti kami di Tak Hanya Foto, Dukun Jago Perdaya Hs Pakai Kain Kuning setiap Bertindak Asusila di Gubuk Sumber: Berita Yogyakarta | Disclaimer: Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »