Kritik Penyalahgunaan Kostum Pewayangan, Komunitas dan ... | Liputan 24 Yogyakarta
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Kritik Penyalahgunaan Kostum Pewayangan, Komunitas dan ...

Posted by On 4:03 PM

Kritik Penyalahgunaan Kostum Pewayangan, Komunitas dan ...

Kota Yogya

Kritik Penyalahgunaan Kostum Pewayangan, Komunitas dan Seniman Yogyakarta Gelar Aksi Teatrikal

Kritik Penyalahgunaan Kostum Pewayangan, Komunitas dan Seniman Yogyakarta Gelar Aksi Teatrikal

Kritik Penyalahgunaan Kostum Pewayangan, Komunitas dan Seniman Yogyakarta Gelar Aksi TeatrikalTribun Jogja/ Cristi Mahatma WardhaniSejumlah seniman dan komunitas dalam aksi di Titik Nol Kilometer untuk mengkritik pakaian tradisional klasik yang disalahgunakan dalam pentas musik dangdut Sabtu (18/8/2018)

TRIBUNJOGJA.COM - Prihatin dengan penyalahgunaan pakaian pewayangan, Aliansi Jog ja Sehati (AJS) dan berbagai komunitas membuat aksi teatrikal di Titik Nol Kilometer, Sabtu (18/8/2018).

Dalam aksi teatrikal tersebut, ada penari klasik yang menari dengan iringan lagu Syantik yang dipopulerkan oleh Siti Badriah. Namun ada dua penari yang gerakannya berbeda dengan penari lain, misalnya dengan menarik jarik tinggi-tinggi.

Ketua AJS, Apriyanto mengatakan aksi teatrikal tersebut merupakan bentuk kritik kebudayaan.

Kritik tersebut diungkapkan karena pakaian pewayangan yang tidak dikenakan sebagaimana mestinya dalam sebuah acara musik dangdut.

"Pakaian itu tidak bisa diubah seenaknya. Lha ini dikombinasikan dengan celana pendek dan nyanyi dangdut. Ini termasuk pada pelecehan kebudayaan. Hal ini jadi kepihatinakan kita semua, khususnya seniman," kata Apriyanto disela-sela aksi.

Ia pun merasa kecewa pada pihak XT Square, yang menjadi tempat pagelaran musik dangdut.

Baca: Rayakan Hari Jadi ke 70, SMA Stella Duce 1 Yogyakarta Gelar Karnaval

Menurutnya terjadi pembiaran, karena acara tersebut sudah dilakukan tiga kali, dengan kostum yang tidak semestinya.

"Yogyakarta sebagai Kota Budaya, tentu kita harus kembalikan budaya itu pada koridor norma dan nilai kebudayaan itu. Boleh berekspresi, tetapi nilai itu jangan dilupakan,"lanjutnya.

Ia pun meminta penyanyi dan pihak yang teribat dalam acara tersebut untuk meminta maaf secara terbuka.

Apriyanto pun siap menggugat secara hukum karena tidak sejalan dengan UU Kebudayaan No 5 Tahun 2017 tentang Kemajuan Kebudayaan.

Sebagai pegiat kebudayaan, yang turut menggagas aksi, Made Dyah Agustina mengatakan acara dangdut tersebut tidak hanya melecehkan kebudayaan, tetapi juga melecehkan penyanyi dangdut itu sendiri.

"Dapat keluhan dari masyarakat, masa cuma mau diam saja. Kalau mau dibilang peestarian, pelestarian ke arah mana? Kalau mau melestarikan, ceritalkan tokohnya. Kalau dengan pakaian seperti itu, malah justru melecehkan. Tidak hanya kebudayaan dan tokoh pewyangan, tetapi juga penyanyinya sendiri," kata sosok yang akrab dipanggil Inem Jalan-jalan itu. (tribunjogja)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani Editor: has Sumber: Tribun Jogja Ikuti kami di Viral, 4 Bocah Tirukan Gaya Capres-Cawapres, Mirip Jokowi-Ma'ruf dan Prabowo-Sandiaga Sumber: Berita Yogyakarta | Disclaimer: Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »