GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

PPMAY Bahas Masalah PKL dengan Wali Kota Yogyakarta

PPMAY Bahas Masalah PKL dengan Wali Kota Yogyakarta

Kota Jogja PPMAY Bahas Masalah PKL dengan Wali Kota Yogyakarta Perkumpulan Pengusaha Malioboro Ahmad Yani (PPMAY) mendatangi Balaikota Yogyakarta untuk melakukan dia…

PPMAY Bahas Masalah PKL dengan Wali Kota Yogyakarta

Kota Jogja

PPMAY Bahas Masalah PKL dengan Wali Kota Yogyakarta

Perkumpulan Pengusaha Malioboro Ahmad Yani (PPMAY) mendatangi Balaikota Yogyakarta untuk melakukan dialog dengan Wali Kota Yogyakarta

PPMAY Bahas Masalah PKL dengan Wali Kota YogyakartaTRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul HidayahPPMAY saat mendatangi Kantor Balaikota Yogyakarta, Senin (3/9/2018).

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perkumpulan Pengusaha Malioboro Ahmad Yani (PPMAY) mendatangi Balaikota Yogyakarta untuk melakukan dialog dengan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti, Senin (3/9/2018).

Ketua PPMAY, Sadana Mulyono menjelaskan bahwa tujuan utama pihaknya datang menemui Wali Kota adalah untuk memperkenalkan kepengurusan PPMAY yang baru sekaligus memberikan beberapa masukan terkait penataan atau revitalisasi Malioboro.

"Ada beberapa persoalan di Malioboro. Salah satunya terkait PKL," ujarnya sebelum audiensi.

Baca: Relokasi PKL Malioboro Tunggu Instruksi Pemkot

Ia mengatakan bahwa pada tahun 1970-an Pemkot meminta pemilik toko untuk memberi ruang jalan yang saat ini digunakan sebagai area pedestrian.

Dulunya halaman toko mereka bersih, namun satu per satu PKL mulai bermunculan hingga menjadi padat seperti saat ini.

"Para PKL menggelar dagangan melebihi dari batas aturan yang ada. Keberadaan mereka membuat kami selaku pemilik toko kesulitan mendapatkan akses untuk masuk ke toko kami sendiri," ucapnya.

Sadana menambahkan, PKL Malioboro sebenarnya banyak yang harusnya sudah masuk menjadi kategori pengusah a karena banyak dari mereka yang memiliki lapak lebih dari satu bahkan bisa membeli mobil senilai Rp 500juta.

"Kami mendukung upaya Pemkot untuk menata Malioboro. Tapi kurang elok kalau di dalamnya masih ada ketidakadilan.

Baca: Belum Inkrah, Proyek Sentra PKL di Lahan eks Bioskop Indra Dipastikan Berlanjut

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti menjelaskan bahwa pada kesempatan tersebut pihaknya akan mendengarkan terlebih dahulu tentang apa saja yang disuarakan oleh PPMAY, baik berupa masukan maupun kritik.

"Nantinya akan kami gunakan masukan mereka baik saat penataan Malioboro, pada saat proses maipun pasca penataan Malioboro," ucapnya.

Disinggung mengenai kebijakan yang akan digunakan untuk mengatur PKL Malioboro, ia tidak berkomentar banyak.

"Selesaikan dulu (pertemuan) ini," ucapnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: kur Editor: Ari Nugroho Sumber: Tribun Jogja Ikuti kami di Video Viral Pesta Pernikahan Diobrak-abrik Mantan hingga Pengantin Pria Pingsan, Begini Faktanya Sumber: Berita Yogyakarta | Disclaimer: Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya.

No comments