Warga Pajeksan Berhamburan Ketika Gempa 6.0 SR Guncang ... | Liputan 24 Yogyakarta
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Warga Pajeksan Berhamburan Ketika Gempa 6.0 SR Guncang ...

Posted by On 11:53 PM

Warga Pajeksan Berhamburan Ketika Gempa 6.0 SR Guncang ...

Warga Kampung Pajeksan, Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen, Kota Yogyakarta berhamburan lari keluar rumah, ketika gempa bumi berkekuatan 6.0 Skala Richter dengan kedalaman 10 kilometer berdurasi 58 detik dibawah permukaan laut di Selatan Bantul. Tidak hanya itu ketika warga disibukan menuju barak pengungsian di halaman SMA Ma'arif Yogyakarta, ternyata ada salah satu pengungsi yang lupa mematikan kompor, sehingga mengakibatkan kebakaran.Hal itu tergambar saat simulasi bencana Gempa Bumi dan Kebakaran, Kampung Tangguh Bencana (KTB) Pajeksan, Sosromenduran, Gedongtengen, Yogyakarta, Minggu (16/9/2018) yang dilaksanakan di halaman SMA Ma'arif Yogyakarta.Berbekal pengalaman kejadian bencana gempa bumi pada 27 Mei 2006 silam, Kam pung Pajeksan membentuk KTB, difasilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta, dengan struktural Camat Gedongtengen Taokhid sebagai Penasehat, Lurah Sosromenduran Dra Ertiana Erna Hendrayani sebagai Pengarah dan anggotanya terdiri dari warga setempat, dan diketuai oleh Agus Raharjo.Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta Hari Wahyudi pada kesempatan itu mengapresiasi warga Pajeksan yang telah melaksanakan simulasi bencana. "Ditengah keterbatasan yang dimiliki oleh warga Pajeksan ini, simulasi hari ini sudah berjalan dengan baik," katanya.Dia juga meminta simulasi ini jangan dijadikan yang terakhir, melainkan dijadikan yang pertama. "Kedepannya selalu ada diadakan simulasi, seperti bencana-bencana lainnya, nanti bisa bekerjasama dengan Pusdalop BPBD Kota Yogyakarta," tambahnya.Wakil Walikota Yogyakarta, Drs H Heroe Poerwadi yang turut hadir dalam simulasi tersebut mengatakan dengan dilaksanakannya simulasi, warga dapat mengetahui apa yang haru s dilakukan. "Yang lebih penting bagaimana caranya mencegah kebakaran, dan bencana lainnya," katanya.Heroe juga meminta kepada BPBD Kota Yogyakarta agar kampung-kampung yang sudah mendeklarsikan KTB dapat dilengkapi dengan peralatan yang memadai. "Jadi deklarasi KTB ini tidak berhenti disini, nanti saya akan meminta kepada BPBD agar memfasilitasi KTB dengan peralatan dan perlengkapan yang sesuai standarnya," tambah Heroe.Wakil Walikota juga berharap tetap melaksanakan latihan penanganan bencana, agar apabila suatu saat terjadi bencana warga tidak panik dan dapat mengatasi situasi saat bencana.Ketua Kelurahan Tangguh Bencana (Katana) Kelurahan Sosromenduran, Ipung Purwandari, SH mengakui dengan diselenggarakannya simulasi bencana di Pajeksan, warga setempat dapat mampu menghadapi ancaman bencana. "Sehingga bisa terwujud kampung yang tangguh terhadap bencana," katanya. (cdr/adn)Sumber: Berita Yogyakarta | Disclaimer: Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »