Sekjen NU Kecam Teror Acara Sedekah Laut di Yogyakarta | Liputan 24 Yogyakarta
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Sekjen NU Kecam Teror Acara Sedekah Laut di Yogyakarta

Posted by On 6:36 AM

Sekjen NU Kecam Teror Acara Sedekah Laut di Yogyakarta

Sekjen NU Kecam Teror Acara Sedekah Laut di Yogyakarta Reporter:

Pribadi Wicaksono (Kontributor)

Editor:

Syailendra Persada

Minggu, 14 Oktober 2018 15:03 WIB
Sejumlah warga mengarak perahu yang berisi Sesajen yang akan dilepas ke laut saat pesta laut di Cituis, Tangerang, Banten (28/9). Tradisi pesta laut atau sedekah laut merupakan tradisi turun temurun sejak nenek moyang. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

Sejumlah warga mengarak perahu yang berisi Sesajen yang akan dilepas ke laut saat pesta laut di Cituis, Tangeran g, Banten (28/9). Tradisi pesta laut atau sedekah laut merupakan tradisi turun temurun sejak nenek moyang. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Sekelompok orang tidak dikenal mengobrak-abrik properti yang akan digunakan untuk upacara sedekat laut di Pantai Baru, Bantul pada Jumat, 12 Oktober 2018. Acara tersebut sejatinya bakal digelar pada Sabtu, 13 Oktober 2018.

Baca: Gus Miftah: Yang Meneror Acara Sedekah Laut Gagal Paham

"Informasi yang kami himpun dari masyarakat menyebutkan kelompok ini datang untuk merusak apa yang sudah dipersiapkan masyarakat untuk sedekah laut dan langsung pergi," kata Kepala Kepolisian Resor Bantul, Ajun Komisaris Besar Sahat M. Hasibuan saat dihubungi Ahad, 14 Oktober 2018.

Selain merusak perlengkapan upacara adat sedekah laut, kelompok ini juga memasang spanduk bertuliskan, "Kami menolak semua kesyirikan berbalut budaya, sedekah lau t atau selainnya."

Sahat mengaku belum mengetahui persis dari kelompok mana yang melakukan teror terhadap tradisi tahunan warga pesisir ini. Hanya saja polisi telah memeriksa 9 orang saksi dari peristiwa itu.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) Helmy Faishal Zaini mengecam insiden tersebut. "Indonesia bukan negara agama, tapi Indonesia itu negara yang beragama," kata Helmy saat ditemui di Pondok Pesantren Krapyak Ahad, 14 Oktober 2018.

Helmy menjelaskan, dengan pengertian bahwa Indonesia negara yang beragama itu maka wajib hukumnya untuk setiap orang menghormati keberagaman untuk berbagai aliran kepercayaan yang ada. Helmy menambahkan Indonesia sebagai negara majemuk jelas memiliki keberagaman baik agama, suku, golongan, kepercayaan, dan etnis

"Tidak bisa lalu main hakim sendiri, Indonesia negara hukum, sudah ada aparat hukum, dan aparat punya dasar hukum untuk menindak yang dianggap melanggar hukum," ; kata dia. Helmy pun menyebut jika tradisi Sedekah Laut itu hanya salah satu budaya lokal dari pesisir. Masih banyak budaya lokal yang tumbuh dan eksis di Indonesia.

Simak juga: Nelayan Cilacap Siapkan Upacara Sedekah Laut

Helmy mengatakan akan susah jika definisi musyrik disematkan pada orang per orang atau kelompok tertentu oleh golongan yang tidak setuju seperti dalam insiden sedekah laut di Yogyakarta. "Nanti orang ziarah kubur dibubarin, orang menggelar maulid nabi, selametan, dibubarin, klaim kebenaran ini kan bisa macam macam," kata dia.

Lihat Juga


Terkait
  • Gus Miftah: Yang Meneror Acara Sedekah Laut Gagal Paham

    Gus Miftah: Yang Meneror Acara Sedekah Laut Gagal Paham

    9 jam lalu
  • IPPNU Beri Mandat kepada Ma'ruf Amin untuk Perangi Hoax

    IPPNU Beri Mandat kepada Ma'ruf Amin untuk Perangi Hoax

    7 hari lalu
  • Pengamat: Pilihan Yenny Wahid Bisa Pengaruhi Kaum Nahdliyin

    Pengamat: Pilihan Yenny Wahid Bisa Pengaruhi Kaum Nahdliyin

    16 hari lalu
  • Survei LSI: Intoleransi Naik Setelah Demo Anti Ahok Digelar

    Survei LSI: Intoleransi Naik Setelah Demo Anti Ahok Digelar

    20 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Gus Miftah: Yang Meneror Acara Sedekah Laut Gagal Paham

    7 jam lalu
  • Presiden PKS: Caleg Boleh Kampanye Negatif

    Presiden PKS: Caleg Boleh Kampanye Negatif

    8 jam lalu
  • Kisah Dua Mantan Menteri yang Gagal Jadi Pembicara Seminar di UGM

    Kisah Dua Mantan Menteri yang Gagal Jadi Pembicara Seminar di UGM

    11 jam lalu
  • Sandiaga: Bukan Game of Thrones, Film Nabi Yusuf Lebih Releva   n

    Sandiaga: Bukan Game of Thrones, Film Nabi Yusuf Lebih Relevan

    12 jam lalu
  • Foto
  • Heli TNI Evakuasi Lansia Korban Gempa Sigi dari Daerah Terisolasi

    Heli TNI Evakuasi Lansia Korban Gempa Sigi dari Daerah Terisolasi

    6 jam lalu
  • Mengunjungi Palestine Walk di Alun-alun Bandung

    Mengunjungi Palestine Walk di Alun-alun Bandung

    8 jam lalu
  • Masjid Ini Luput dari Terjangan Banjir di Mandailing Natal

    Masjid Ini Luput dari Terjangan Banjir di Mandailing Natal

    23 jam lalu
  • Pascagempa dan Tsunami, Aktivitas Kota Palu Mulai Berjalan Normal

    Pascagempa dan Tsunami, Aktivitas Kot a Palu Mulai Berjalan Normal

    1 hari lalu
  • Video
  • Tiba di Sigi, Helikopter TNI Langsung Diserbu Warga

    Tiba di Sigi, Helikopter TNI Langsung Diserbu Warga

    10 jam lalu
  • Warga Palu Mulai Kembali Beraktivitas

    Warga Palu Mulai Kembali Beraktivitas

    11 jam lalu
  • Janji Bank Dunia dan Sekjen PBB bagi Penanganan Gempa Palu

    Janji Bank Dunia dan Sekjen PBB bagi Penanganan Gempa Palu

    1 hari lalu
  • INDONESIALEAKS, Ketua KPK: Dokumen Dirusak, yang Asli Masih Ada

    INDONESIALEAKS, Ketua KPK: Dokumen Dirusak, yang Asli Masih Ada

    1 hari lalu

  • terpopuler
  • 1

    Pida to Lengkap Novel PA 212 Soal Cinta Prabowo Masuk Surga

  • 2

    Sandiaga: Bukan Game of Thrones, Film Nabi Yusuf Lebih Relevan

  • 3

    Gus Miftah: Yang Meneror Acara Sedekah Laut Gagal Paham

  • 4

    Komentari Game of Thrones, Sandiaga: Ekonomi Indonesia Kemarau

  • 5

    Terdampak Banjir Mandailing Natal, Jalan Mulai Bisa Diakses

  • Fokus
  • Skybridge Tanah Abang Diresmikan 15 Oktober, Buat PKL atau...

    Skybridge Tanah Abang Diresmikan 15 Oktober, Buat PKL atau...

  • Gaduh Becak di Jakarta, Berkaca ke Payung Hukum dan Kemacetan

    Gaduh Becak di Jakarta, Berkaca ke Payung Hukum dan Kemacetan

  • Begini Dampak Batalnya Kenaikan BBM Pre   mium Bagi Iklim Investasi

    Begini Dampak Batalnya Kenaikan BBM Premium Bagi Iklim Investasi

  • Pertemuan IMF - World Bank Merugikan atau Menguntungkan ?

    Pertemuan IMF - World Bank Merugikan atau Menguntungkan ?

  • Terkini
  • GNPF Janji Kerahkan Ulama Daerah Bantu PKS Menangkan Prabowo

    GNPF Janji Kerahkan Ulama Daerah Bantu PKS Menangkan Prabowo

    3 jam lalu
  • Cak Imin: Pesantren itu Wilayah Politik

    Cak Imin: Pesantren itu Wilayah Politik

    3 jam lalu
  • Cak Imin Klaim Mahfud MD Dukung Jokowi - Ma'ruf

    Cak Imin Klaim Mahfud MD Dukung Jokowi - Ma'ruf

    3 jam lalu
  • Ketua AJI: Yang Bilang Indonesialeaks Hoax adalah Fanatik

    Ketua AJI: Yang Bilang Indonesialeaks Hoax adalah Fanatik

    3 jam lalu
  • Eddy Sindoro Pertimbangkan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborato   r

    Eddy Sindoro Pertimbangkan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator

    3 jam lalu
  • AJI Tegaskan Data Indonesialeaks Valid

    AJI Tegaskan Data Indonesialeaks Valid

    4 jam lalu
  • GNPF Ulama Sebut Rizieq Ikhlas Eks 212 Dukung Jokowi -  Ma'ruf

    GNPF Ulama Sebut Rizieq Ikhlas Eks 212 Dukung Jokowi - Ma'ruf

    4 jam lalu
  • Soal Cinta Prabowo Masuk Surga, Cak Imin: Emang Lu Malaikat

    Soal Cinta Prabowo Masuk Surga, Cak Imin: Emang Lu Malaikat

    4 jam lalu
  • Sekjen NU Kecam Teror Acara Sedekah Laut di Yogyakarta

    Sekjen NU Kecam Teror Acara Sedekah Laut di Yogyakarta

    5 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    CAD 7,4 Miliar Dollar, Beban Premium Pertamina Rp 25 triliun

    CAD mencapai 7,4 miliar dolar di akhir tahun 2018 dan Pertamina menanggung beban Rp 25 triliun karena harus menjual Premium di seluruh Indonesia.

    Sumber: Berita Yogyakarta | Discla imer: Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya.

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »