Kekeringan di Kulon Progo Yogyakarta Bertambah Parah, Tanah ... | Liputan 24 Yogyakarta
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Kekeringan di Kulon Progo Yogyakarta Bertambah Parah, Tanah ...

Posted by On 12:22 AM

Kekeringan di Kulon Progo Yogyakarta Bertambah Parah, Tanah ...

Kekeringan di Kulon Progo Yogyakarta Bertambah Parah, Tanah Retak dan Sumur Warga Mulai Mengering

Sungai hingga saluran irigasi pun kering. Daun gugur, tanah pecah-pecah, ladang tandus, pohon mengering, dan banyak yang sebentar lagi mati.

Kekeringan di Kulon Progo Yogyakarta Bertambah Parah, Tanah Retak dan Sumur Warga Mulai Mengering(KOMPAS.com/ DANI J)Sungai hingga saluran irigasi di beberapa kecamatan di Kulon Progo mengalami kekeringan. Ribuan kepala keluarga terdampak kesulitan air bersih. BPBD Kulon Progo kini masih mengelola ratusan tangki air untuk membantu warga.

Kekeringan di Kulon Progo Yogyakarta Bertambah Parah, Tanah Retak dan Sumur Warga Mulai Mengering

TRIBUNKALTIM.CO - Kemarau panjang kian menyulitkan warga Dusun Tangkisan 1, Desa Hargorejo, Kokap, Kabupaten Kulon Progo di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Warga yang tinggal di perbukitan ini terpaksa menempuh ratusan meter demi memperoleh air bersih dari sumur-sumur yang belum kering.

Salah satunya, Kasmi, perajin gula aren dan petani ketela berusia 51 tahun.

Setiap pagi pukul 08.00, Kasmi harus mengambil air di sumur terdekat yang jaraknya lebih dari 100 meter.

Ia mengambil air 4 kali pulang pergi dari rumah ke sumur sambil menggendong jeriken berisi 20 liter air.

"Itu pun harus gantian dengan yang lain. Karena tak ada lagi sumur yang tidak kering. Banyak yang sudah kering sekitar sini," kata Kasmi, Sabtu (3/11/2018).

Alami Kekeringan 100 Persen, Pemerintah Australia Izinkan Petani Menembak Kanguru

4 Tahun Israel Dilanda Kekeringan, Menteri Pimpin Doa Minta Hujan

Kesulitan itu berantai ke lain hal. Warga lain, Noor Edi, seorang penderes nira berumur 41 tahun, menyampaikan bahwa kemarau ini berimbas pada produksi gula merah.

Penghasilan warga pun berkurang. Hampir semua warga Tangkisan yang sebagian besarnya penderes nira itu pun merasakan kesulitan keuangan akibat produksi gula merah yang berkurang.

Semua terasa sangat kering. Sungai hingga saluran irigasi pun kering. Daun gugur, tanah pecah-pecah, ladang tandus, pohon mengering, dan banyak yang sebentar lagi mati.

Halaman selanjutnya 123
Editor: Doan Pardede Sumber: Kompas.com Ikuti kami di Video PilihanSumber: Berita Yogyakarta | Disclaimer: Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya.

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

About | Kontak | Sitemap | Disclaimer | Link | Indeks

Copyright © Liputan 24 Yogyakarta. All rights reserved