Pesta Bahan Makanan Vegetarian di Yogyakarta | Liputan 24 Yogyakarta
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Pesta Bahan Makanan Vegetarian di Yogyakarta

Posted by On 5:03 PM

Pesta Bahan Makanan Vegetarian di Yogyakarta

Pesta Bahan Makanan Vegetarian di Yogyakarta Reporter:

Shinta Maharani (Kontributor)

Editor:

Tulus Wijanarko

Senin, 5 November 2018 07:41 WIB
Ilustrasi kebab vegetarian, hara bhara kabab. Shutterstock

Ilustrasi kebab vegetarian, hara bhara kabab. Shutterstock

TEMPO.CO, Yogyakarta - Relawan dari kalangan muda yang tergabung dalam Vegan Society of Indonesia (IVS) menggelar festival vegan, yakni festival kuliner berbasis nabati di mall Malioboro d an Hotel Ibis Yogyakarta, 2-4 November 2018.

Acara itu melibatkan puluhan pelaku usaha yang menjual produk pangan ramah lingkungan, komunitas petani organik, dan rumah makan olahan produk nabati. Atrium Mall Malioboro penuh gerai penjaja makanan sehat ramah lingkungan.

Ada camilan kaya sumber protein nabati, yakni biji-bijian organik dari biji bunga matahari, almond, biji lamtoro. Ada juga minuman fermentasi berbahan teh, minuman fermentasi dari bunga telang.

Pengunjung juga bisa membeli sayur dan buah organik produk petani lereng Gunung Merbabu. Produk ramah lingkungan itu diantaranya labu, mentimun, bayam, sawi putih, bit, wortel, selada, dan alpukat. “Acara ini mengedukasi masyarakat soal pola makan. Sepiring makanan untuk kesehatan dan menyelamatkan bumi,” kata Sekretaris Jenderal IVS Yogyakarta, Jefrey Candra.

Menurut dia, IVS yang merupakan komunitas atau organisasi nirlaba beranggotakan relawan muda berumur 18-24 tahun. Di seluruh Indonesia, IV S punya 60 cabang komunitas. Di Yogyakarta anggotanya berjumlah 80 orang dan mereka anak-anak muda yang mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Prihatin dengan kerusakan bumi karena pemanasan global, anak-anak muda ini terus mengkampanyekan gerakan pola makan sehat berbasis nabati.

Menurut Jefrey, pola makan berbasis nabati menjadi gerakan melawan laju pemanasan global. Berdasarkan sejumlah penelitian, sektor peternakan sapi menyumbang emisi untuk mempercepat laju pemanasan global. Gas metana pada ternak sapi meningkatkan efek rumah kaca. Gas metana keluar dari sendawa, kentut, dan kotoran hewan ternak ruminansia, di antaranya sapi.

Peningkatan populasi ternak demi memenuhi persediaan daging memicu deforestasi atau penggundulan hutan untuk memperluas peternakan. Penebangan hutan untuk pakan ternak juga mendukung pemanasan global.

Intan Dian, anggota kelompok tani Bangkit Merbabu yang menjual produk pertanian organik di festival itu, mengatak an produk tanaman organik yang dijual telah mengantongi sertifikat berstandar internasional dari Jepang. Tanaman organik produk petani Bangkit Merbabu menggunakan pupuk fermentasi berbahan sayuran dan rempah-rempah yang petani olah. “Pertanian organik tidak membunuh hama tapi mengendalikan. Dampaknya bagus karena menjaga ekosistem,” kata dia.

SHINTA MAHARANI (Yogyakarta)

Lihat Juga


Terkait
  • Awal November, Yogyakarta Menggelar Vegan Festival

    Awal November, Yogyakarta Menggelar Vegan Festival

    5 hari lalu
  • Bahayakah Diet Vegan buat Ibu Hamil? Ini Kata Dokter

    Bahayakah Diet Vegan buat Ibu Hamil? Ini Kata Dokter

    30 hari lalu
  • Kisah Asmara Pendiri WikiLeaks dengan Artis Pamela Anderson

    Kisah Asmara Pendiri WikiLeaks dengan Artis Pamela Anderson

    7 Agustus 2018
  • Meghan Markle Tak Boleh Makan Pasta Lagi, Kenapa?

    Meghan Markle Tak Boleh Makan Pasta Lagi, Kenapa?

    28 Juli 2018
  • Rekomendasi
  • Liburan di Pangandaran, Singgahi 3 Pantai Cantik Ini

    Liburan di Pangandaran, Singgahi 3 Pantai Cantik Ini

    13 jam lalu
  • Pasar Malam Feng Chia, Surga Kuliner dan Belanja di Taichung

    Pasar Malam Feng Chia, Surga Kuliner dan Belanja di Taichung

    17 jam lalu
  • Kuliner Yamin yang Bikin Nagih, Ini 4 Pilihannya di Bandung

    Kuliner Yamin yang Bikin Nagih, Ini 4 Pilihannya di Bandung

    19 jam lalu
  • Akan Ada Kapal Wisata yang Nyaman Menuju Pulau Tikus Bengkulu

    Akan Ada Kapal Wisata yang Nyaman Menuju Pulau Tikus Bengkulu

    22 jam lalu
  • Foto
  • Cicip Aneka Makanan Menjijikkan di Disgusting Food Museum

    Cicip Aneka Makanan Menjijikkan di Disgusting Food Museum

    1 hari lalu
  • Teras Sunda, Destinasi Wisata Budaya Terbaru di Bandung

    Teras Sunda, Destinasi Wisata Budaya Terbaru di Bandung

    3 hari lalu
  • Keriuhan Perang Tomat di Bandung Barat

    Keriuhan Perang Tomat di Bandung Barat

    7 hari lalu
  • Menikmati Keindahan Pemandangan Danau Derborence di Swiss

    Menikmati Keindahan Pemandangan Danau Derborence di Swiss

    8 hari lalu
  • Video
  • Melihat Lebih Dekat Pesona Gunung Kumgang Korea Utara

    Melihat Lebih Dekat Pesona Gunung Kumgang Korea Utara

    1 hari lalu
  • Berkeliling Putrajaya, Kota Berkonsep Masa Depan

    Berkeliling Putrajaya, Kota Berkonsep M asa Depan

    8 hari lalu
  • Bukit Bintang, Surga Wisata Belanja di Kuala Lumpur

    Bukit Bintang, Surga Wisata Belanja di Kuala Lumpur

    8 hari lalu
  • Keindahan Arsitektur Masjid Putra di Malaysia

    Keindahan Arsitektur Masjid Putra di Malaysia

    16 hari lalu

  • terpopuler
  • 1

    Warna-warni Ikan Hias di Festival Internasional Ikan Guppy Yogya

  • 2

    Kuliner Yamin yang Bikin Nagih, Ini 4 Pilihannya di Bandung

  • 3

    Akan Ada Kapal Wisata yang Nyaman Menuju Pulau Tikus Bengkulu

  • 4

    Festival Budaya Muwaghei, Upacara Angkat Saudara di Lampung Timur

  • 5

    Liburan di Pangandaran, Singgahi 3 Pantai Cantik Ini

  • Fokus
  • Politik    Tempe Ala Sandiaga yang Menyengat Jokowi

    Politik Tempe Ala Sandiaga yang Menyengat Jokowi

  • Sepekan Anies Baswedan Copot 2 Dirut BUMD, Semata Penyegaran?

    Sepekan Anies Baswedan Copot 2 Dirut BUMD, Semata Penyegaran?

  • Tilang Elektronik, Sanksi Diberlakukan tapi Masih Ada Kelemahan

    Tilang Elektronik, Sanksi Diberlakukan tapi Masih Ada Kelemahan

  • Kemenhub Copot dan Bekukan Lisensi Direktur Lion Air

    Kemenhub Copot dan Bekukan Lisensi Direktur Lion Air

  • Terkini
  • Liburan di Pangandaran, Singgahi 3 Pantai Cantik Ini

    Liburan di Pangandaran, Singgahi 3 Pantai Cantik Ini

    15 jam lalu
  • Sabang Gelar Kompetisi Freediving, Animo Atlet Asing Tinggi

    Sabang Gelar Kompetisi Freediving, Animo Atlet Asing Tinggi

    16 jam lalu
  • Warna-warni Ikan Hias di Festival Internasional Ikan Guppy Yogya

    Warna-warni Ikan Hias di Festival Internasional Ikan Guppy Yogya

    18 jam lalu
  • Pasar Malam Feng Chia, Surga Kuliner dan Belanja di Taichung

    Pasar Malam Feng Chia, Surga Kuliner dan Belanja di Taichung

    19 jam lalu
  • Festival Budaya Muwaghei, Upacara Angkat Saudara di Lampung Timur

    Festival Budaya Muwaghei, Upacara Angkat Saudara di Lampung Timur

    21 jam lalu
  • Kuliner Yamin yang Bikin Nagih, Ini 4 Pilihannya di Bandung

    Kuliner Yamin yang Bikin Nagih, Ini 4 Pilihannya di Bandung

    22 jam lalu
  • Akan Ada Kapal Wisata yang Nyaman Menuju Pulau Tikus Bengkulu

    Akan Ada Kapal Wisata yang Nyaman Menuju Pulau Tikus Bengkulu

    1 hari lalu
  • Tiga Hal Penting Dibalik Perayaan Pasar Malam Sekaten Yogyakarta

    Tiga Hal Penting Dibalik Perayaan Pasar Malam Sekaten Yogyakarta

    1 hari lalu
  • Menteri Susi Pudjiastuti Ketagihan Durian Pelangi, Banyuwangi

    Menteri Susi Pudjiastuti Ketagihan Durian Pelangi, Banyuwangi

    1 hari lalu
  • Kali Pertama, Tarian Sakral Keraton Yogyakarta Tampil di Amerika

    Kali Pertama, Tarian Sakral Keraton Yogyakarta Tampil di Amerika

    1 hari lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Percakapan 12 Menit Terakhir antara Lion Air JT - 610 dengan ATC

    Berdasarkan salinan percakapan Lion Air JT - 610 dengan ATC Bandara Soekarno-Hatta yang diperoleh Tempo, pilot melaporkan ada masalah flight control.

    Sumber: Berita Yogyakarta | Disclaimer: Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya.

    Next
    « Prev Post
    Previous
    Next Post »