GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Tiga Hal Penting Dibalik Perayaan Pasar Malam Sekaten Yogyakarta

Tiga Hal Penting Dibalik Perayaan Pasar Malam Sekaten Yogyakarta

Tiga Hal Penting Dibalik Perayaan Pasar Malam Sekaten Yogyakarta Reporter: Pribadi Wicaksono (Kontributor) …

Tiga Hal Penting Dibalik Perayaan Pasar Malam Sekaten Yogyakarta

Tiga Hal Penting Dibalik Perayaan Pasar Malam Sekaten Yogyakarta Reporter:

Pribadi Wicaksono (Kontributor)

Editor:

Tulus Wijanarko

Sabtu, 3 November 2018 16:30 WIB
Puluhan warga menyaksikan permainan Gamelan Jawa Kyai Gunturmadu oleh abdi dalem (punggawa kraton) di Pagongan sebelah Selatan Masjid Agung, Kraton Yogyakarta, Selasa (22/1). Gamelan merupakan rangkaian dari Upacara Sekaten atau peringatan Ulang Tahun Nabi Muhammad saw yang diadakan tiap tanggal 5 bulan Jawa yang jatuh 24 Januari 2013. TEMPO/Subekti

Puluhan warga menyaksikan permainan Gamelan Jawa Kyai Gunturmadu oleh abdi dalem (punggawa kraton) di Pagongan sebelah Selatan Masjid Agung, Kraton Yogyakarta, Selasa (22/1). Gamelan merupakan rangkaian dari Upacara Sekaten atau peringatan Ulang Tahun Nabi Muhammad saw yang diadakan tiap tanggal 5 bulan Jawa yang jatuh 24 Januari 2013. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta - Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) Yogyakarta tahun 2018 resmi dibuka oleh Wakil Gubernur DIY, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X dan Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Jumat 2 November 2018.

Peresmian event yang dipusatkan di Alun Alun Utara itu Tigditandai dengan pemukulan kenong sebanyak tiga kali oleh Paku Alam X. Pasar Malam Perayaan Sekaten akan digelar selama 18 hari, yakni pada 2-19 November 2018.

Wakil Gubernur DIY Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X mengatakan ada tiga nilai pokok dalam perayaan Sekaten.

Pertama, saat dibunyikannya perangkat gamelan keraton Kanjeng Kiai Guntur Madu dan Kanjeng Kiai Naga Wilaga di Kagungan Ndalem Pagongan Masjid Agung Yogyakarta selama 7 hari berturut kecuali hari Kamis malam sampai Jumat siang.

"Inti Sekaten juga merupakan peringatan hari lahir nabi Muhammadad pada tanggal 11 maulud malam, yang bertempat di serambi masjid Agung dengan bacaan riwayat nabi Muhammad oleh para abdi dalem Kasultanan," ujar Paku Alam.

Sedangkan inti perayaan Sekaten ketiga yakni pemberian sedekah berupa hajad dalem Gunungan dalam upacara gerebeg sebagai upaca puncak Sekaten.

"Saat merayakan dan menikmati Sekaten hendaknya juga menelaah bahwa perayaan ini memiliki nilai sejarah, religi, dan kebudayaan yang tersirat dalam setiap ritualnya," ujar Paku Alam.

Nilai religi dalam Sekaten itu, ujar Paku Alam, ada dalam sesi pembacaan risalah nabi Mu hammad SAW sebagai utusan Allah yang diperintahkan sebagai rahmatan lil alamin yang memiliki kepribadian dan akhlak yang baik. Sehingga dari perayaan Sekaten diharapkan masyarakat bisa ikut meneladani akhlak dan budi pekerti luhur meneladani sikap nabi.

Sedangkan nilai sejarah Sekaten tidak bisa terlepas dari peran oara wali songo sebagai penyebar agama Islam di pulau Jawa. Sekaten pun menjadi sarana dakwah Islam dan berkaitan dengan keberadaan Sultan sebagai ahli waris dari Kerajaan Mataram sebagai pencetus awal diadakannya Sekaten.

"Nilai Sekaten juga relevan kaitannya dengan nilai budaya karena Sekaten menjadi perpaduan budaya Jawa, Hindu, Budha dan Islam," ujar Paku Alam.

Hal ini tampak ketika kebudayaan Jawa banyak menyelipkan makna tersirat dalam bentuk simbol dalam tiap kejadian penting. Sedangkan kebudayaan Hindu-Budha yang dalam peribadatannya erat dengan ritual. Hal ini kemudian menjadi inspirasi para wali songo dalam mengemas ajaran Is lam dalam budaya Jawa-Hindu-Budha yang terangkai dalam upacara adat Sekaten.

Wakil Walikota Yogya Heroe Poerwadi mengatakan Sekaten menjadi simbol perpaduan budaya dan agama yang terus berkembang yang terus dilestarikan. Heroe pun menilai Sekaten tahun ini lebih semarak dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya peningkatan jumlah stand yang saat ini menjadi 512 unit.

"Kami targetkan pendapat sewa stand Sekaten Rp 1 miliar. Kami menyampaikan terima kasih pada pada Sri Sultan HB X (Raja Keraton Yogya) yang telah memberikan izin penggunaan Alun-Alun Utara," ujarnya.

PRIBADI WICAKSONO (Yogyakarta)

Lihat Juga


Terkait
  • Pasar Malam Sekaten Yogya Dibuka, Tarif Parkir Masih Dikeluhkan

    Pasar Malam Sekaten Yogya Dibuka, Tarif Parkir Masih Dikeluhkan

    1 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Tim Arkeologi Temukan Sisa Bangunan Kayu di Situs Liyangan

    Tim Arkeologi Temukan Sisa Bangunan Kayu di Situs Liyangan

    8 jam lalu
  • Kerap Disambangi, Sungai Siak Perlu Dipasangi Rambu Bahaya Buaya

    Kerap Disambangi, Sungai Siak Perlu Dipasangi Rambu Bahaya Buaya

    12 jam lalu
  • Harimau Sumatera Liar Berkeliaran di Pemukiman Warga di Indragiri

    1 hari lalu
  • Agenda Akhir Pekan Bandung, Aksi Shaggydog Hingga Ronggeng Kulawu

    Agenda Akhir Pekan Bandung, Aksi Shaggydog Hingga Ronggeng Kulawu

    1 hari lalu
  • Foto
  • Cicip Aneka Makanan Menjijikkan di Disgusting Food Museum

    Cicip Aneka Makanan Menjijikkan di Disgusting Food Museum

    6 jam lalu
  • Teras Sunda, Destinasi Wisata Budaya Terbaru di Bandung

    Teras Sunda, Destinasi Wisata Budaya Terbaru di Bandung

    2 hari lalu
  • Keriuhan Perang Tomat di Bandung Barat

    Keriuhan Perang Tomat di Bandung Barat

    6 hari lalu
  • Menikmati Keindahan Pemandangan Danau Derborence di Swiss

    Menikmati Keindahan Pemandangan Danau Derborence di Swiss

    7 hari lalu
  • Video
  • Melihat Lebih Dekat Pesona Gunung Kumgang Korea Utara

    Melihat Lebih Dekat Pesona Gunung Kumgang Korea Utara

    7 jam lalu
  • Berkeliling Putrajaya, Kota Berkonsep Masa Depan

    Berkeliling Putrajaya, Kota Berkonsep Masa Depan

    6 hari lalu
  • Bukit Bintang, Surga Wisata Belanja di Kuala Lumpur

    Bukit Bintang, Surga Wisata Belanja di Kuala Lumpur

    7 hari lalu
  • Keindahan Arsitektur Masjid Putra di Malaysia

    Keindahan Arsitektur Masjid Putra di Malaysia

    15 hari lalu

  • terpopuler
  • 1

    Tacun Kasser, Mengubah Batu Akik Menjadi Miniatur Cantik

  • 2

    Tim Arkeologi Temukan Sisa Bangunan Kayu di Situs Liyangan

  • 3

    Kerap Disambangi, Sungai Siak Perlu Dipasangi Rambu Bahaya Buaya

  • 4

    Menteri Susi Pudjiastuti Ketagihan Durian Pelangi, Banyuwangi

  • 5

    Banyumas Gelar Perhelatan Pasar Wengi Ngapak

  • Fokus
  • Sepekan Anies Baswedan Copot 2 Dirut BUMD, Semata Penyegaran?

    Sepekan Anies Baswedan Copot 2 Dirut BUMD, Semata Penyegaran?

  • Tilang Elektronik, Sanksi Diberlakukan tapi Masih Ada Kelemahan

    Tilang Elektronik, Sanksi Diberlakukan tapi Masih Ada Kelemahan

  • Kemenhub Copot dan Bekukan Lisensi Direktur Lion Air

    Kemenhub Copot dan Bekukan Lisensi Direktur Lion Air

  • Titik Terang Badan Pesawat Lion Air dan Evakuasi yang    Berlanjut

    Titik Terang Badan Pesawat Lion Air dan Evakuasi yang Berlanjut

  • Terkini
  • Tiga Hal Penting Dibalik Perayaan Pasar Malam Sekaten Yogyakarta

    Tiga Hal Penting Dibalik Perayaan Pasar Malam Sekaten Yogyakarta

    5 jam lalu
  • Menteri Susi Pudjiastuti Ketagihan Durian Pelangi, Banyuwangi

    Menteri Susi Pudjiastuti Ketagihan Durian Pelangi, Banyuwangi

    7 jam lalu
  • Kali Pertama, Tarian Sakral Keraton Yogyakarta Tampil di Amerika

    7 jam lalu
  • Tacun Kasser, Mengubah Batu Akik Menjadi Miniatur Cantik

    Tacun Kasser, Mengubah Batu Akik Menjadi Miniatur Cantik

    10 jam lalu
  • Tim Arkeologi Temukan Sisa Bangunan Kayu di Situs Liyangan

    Tim Arkeologi Temukan Sisa Bangunan Kayu di Situs Liyangan

    10 jam lalu
  • Banyumas Gelar Perhelatan    Pasar Wengi Ngapak

    Banyumas Gelar Perhelatan Pasar Wengi Ngapak

    12 jam lalu
  • Kerap Disambangi, Sungai Siak Perlu Dipasangi Rambu Bahaya Buaya

    Kerap Disambangi, Sungai Siak Perlu Dipasangi Rambu Bahaya Buaya

    13 jam lalu
  • Harimau Sumatera Liar Berkeliaran di Pemukiman Warga di Indragiri

    Harimau Sumatera Liar Berkeliaran di Pemukiman Warga di Indragiri

    1 hari lalu
  • Mencari Berkah, Rebutan 32 Ribu Kue Apem Keongmas di Boyolali

    Mencari Berkah, Rebutan 32 Ribu Kue Apem Keongmas di Boyolali

    1 hari lalu
  • Agenda Akhir Pekan Jogja, Pameran Mobil Kustom dan Jazz Keren

    Agenda Akhir Pekan Jogja, Pameran Mobil Kustom dan Jazz Keren

    1 hari lalu
  • Selengkapnya Grafis

    Percakapan 12 Menit Terakhir antara Lion Air JT - 610 dengan ATC

    Berdasarkan salinan percakapan Lion Air JT - 610 dengan ATC Bandara Soekarno-Hatta yang diperoleh Tempo, pilot melaporkan ada masalah flight control.

    Sumber: Berita Yogyakarta | Disclaimer: Semua posting di blog ini merupakan pendapat pribadi dan tanggung jawab masing-masing penulis sepenuhnya.

    No comments